Suka Duka Yang Hanya di Mengerti Oleh Mahasiswa Tingkat Akhir

Mahasiswa tingkat akhir…mereka telah sampai pada tahap akhir dalam metamorfosis mahasiswa. Sebentar lagi mereka akan menetas dan menjadi diploma, sarjana, ataupun pascasarja yang sempurna. Layaknya kupu-kupu, mereka akan indah bilamana telah mengepakkan sayapnya dari kepompong yang mengekang.

Banyak yang berkata ini adalah masa-masa terakhir. Tetapi tidak sedikit pula yang berkata ini hanyalah permulaan untuk perjalanan panjang. Meski demikian, hanya kamu yang sedang melaksanakan tugas akhir yang mengerti hal-hal berikut.

1. Pemilihan topik tidak hanya menarik, tetapi juga harus mendidik

Melelahkan memang, namun ini sudah tuntutan. Terkadang dapat topik menarik, malah dikata tidak ada nilai mendidik. Terkadang dapat yang mendidik, tetapi tidak ada sedikitpun unsur yang menarik. Bahkan dalam satu titik ini terasa memuakkan, namun dalam balutan tekad yang bulat mereka tetap bertahan. Demi satu tujuan, masa depan dan orang tersayang. *Ingat! besi hanya akan menjadi pedang bila sudah ditempa.

2. Bathin tersiksa tatkala pertanyaan bertubi-tubi kapan wisuda

“Bro, kapan wisuda?” “….” Krik krik krik
Kapan wisuda? Pertanyaan macam apa itu… Anak-anak tingkat akhir bisa berubah menjadi sensitif dan agresif bila sudah ditanya perihal ini. *Pertanyaan yang benar-benar membuat depresi

3. Mas, duduk sendiri disini daritadi mau ngapain? Mau ritual?

Bila anda berjalan di lorong kampus dan menemukan sesosok manusia sedang duduk dengan tatapan penuh harap menghadap salah satu pintu tertutup, tolong jangan beri mereka sesajen. Mereka tidak sedang melakukan ritual, mereka hanya berharap seseorang yang harapkan keluar dari pintu itu dan memberi mereka secercah harapan akan apa yang telah mereka kerjakan.

baca selengkapnya di Suka Duka Yang Hanya di Mengerti Oleh Mahasiswa Tingkat Akhir

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *